• Email: info.firstmedic@gmail.com
  • Call Us: +62778220555
About
welcome to First Medic Training

Hi selamat pagi. Ijinkan saya memperkenalkan diri saya. Saya dr. Taufan Rivay Halim, saya seorang dokter umum yang berdomisili di Bali. Pulau yang sangat indah. Pulau yang menjadi tujuan dunia. Saya sangat menikmati dan bersyukur tinggal di tanah ini.

Saya ingin bercerita, saya lulus sebagai dokter umum sejak tahun 2010 akhir. Menghabiskan tahun pertama karir sebagai dokter di sebuah rumah sakit daerah di utara bali. Saya sangat bersyukur memiliki kesempatan banyak untk belajar terkait emergency dan critical care disana. Kemudian saya kembali ke Denpasar dan menghabiskan 4 tahun karir saya sebagai dokter emergency di rumah sakit swasta chain besar di daerah kuta. Bekerja di RS besar seperti ini memberikan kenikmatan lain sebagai dokter, saya mampu mengakses berbagai alat canggih yang tidak saya dapatkan di RS sebelumnya. Saya memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kota dan negara. Setelah 4 tahun, saya memutuskan untuk menerima tawaran sebagai kepala unit gawat darurat di RS tersebut, yang kebetulan saat itu kosong. Hal yang sebenarnya tidak umum di RS di Bali. Biasanya, dokter spesialis lah sebagai kepala unit gawat darurat. Pada saat itu, saya berpikir ketika saya bekerja sebagai dokter jaga, saya bisa berperan untuk pasien hanya pada saat saya jaga, akan tetapi jika di posisi kepala UGD, seharusnya saya bisa membuat sistem yang baik, training yang baik sehingga apa yang bisa saya lakukan kepada pasien dapat diduplikasi oleh teman-teman sejawat yang berjaga dan akhirnya bisa mengcover seluruh pasien di UGD tersebut. Semangat yang sangat besar yang ternyata saya sadari tidak mudah melakukannya sendiri. Semangat yang semakin lama akhirnya pudar dan hanya melakukan rutinitas sehari-hari.

Selama bekerja sebagai dokter dan kepala UGD, saya jujur tidak pernah melihat kasus henti jantung di luar rumah sakit bisa survive. Ya tidak pernah. Padahal, Bali sebagai tujuan wisata dunia, begitu banyak tamu dari luar. Sebagai seorang tuan rumah, ya seharusnya kita mempersiapkan kemungkinan terburuk terutama henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest). Simplenya begini, AED (automated external defibrillation) rasanya kok hanya ada di bandara. Beberapa hotel mungkin ada, tapi apa karyawannya bisa memakai? Ya sepengalaman saya henti jantung di hotel sekitar rumah sakit tempat saya bekerja dulu tidak dilakukan bantuan hidup dasar. Akhirnya selalu death on arrival.

Kemudian saya berkenalan lebih dalam dengan Summit Healthcare sebagai International Training Centre dari American heart association (AHA). Saya seperti merasa bertemu dengan orang-orang yang bervisi dan misi sama. Saya ingin nilai ini, visi ini, misi ini harus dibawa ke Bali. Bali harus lebih aware masalah kasus jantung (terutama henti jantung mendadak) dan stroke, baik pelayan kesehatan dan orang awam khususnya karena sharusnya pertolongan pertama ini lah yang utama.

Saya mulai ini dengan komunitas kecil yang saya namai first medic, saya melihat jauh first medic nantinya adalah sebuah komunitas. Komunitas life saver, komunitas yang menghargai kualitas hidup yan lebih baik. Komunitas ini berisi orang awam, perawat dan dokter terlatih untuk kasus jantung, stroke dan first aid. Pada titik tertentu nantinya akan nada survival-survival dari pasien henti jantung mendadak, serangan jantung, stroke yang bisa dibantu dari komunitas ini. Bali harus memiliki pelayanan pre-hospital, pelayanan kegawatan yang baik selayaknya di tempat lain yang lebih maju. ini adalah sebuah langkah untuk menghargai hidup dan kehidupan.

Saya harap saya tidak sendiri. Sampai jumpa di kelas-kelas dari first medic.
Salam

Taufan rivay halim

Our Vision
Lifesafer Community.
our Mission
Trusted Partner For medical emergency traning
our believe
Better Care For better life
Our faith
Survival from cardiac arrest
“WE DO NOT TRAIN TO PASS EXAM / ACCREDITATION, WE TRAIN TO PREPARE WHEN YOU ARE THE ONLY THING BETWEEN PATIEN AND GRAVE”
First Medic