• Email: info.firstmedic@gmail.com
  • Call Us: +62778220555
Articles
Chain of survival

Banyak cerita tentang artis usia muda yang tiba-tiba meninggal mendadak. Mungkin temen-temen masih ingat kasus adjie massaid? Atau ricky jo ? atau nayak lagi kasus lain. meinggal mendadak dalam usia yang sangat produktif.
Serangan jantung selalu jadi alasan di balik kasus seperti ini. Apakah benar serangan jantung? Serangan jantung sebenarnya proses tersumbatnya pembuluh darah sehinggan pasokan darah ke jantung menjadi terhenti, tandanya adalah nyeri dada. Sementara itu henti jantung mendadak (suddent cardiac arrest) adalah kondisi jantung secara mendadak berhenti berdetak sebagian besar disebabkan oleh irama yang sangat kacau yang disebut ventricular fibrilasi atau VF.
Kemudian apa yang semestinya dilakukan pada kondisi henti jantung mendadak. Secara simple CPR atau Kompresi dada membantu mempertahankan mensirkulasikan sedikit darah kemudian AED (alat kejut jantung otomatis) akan memberikan kejutan listrik untuk membalikkan jantung ke irama normal.
Tp itu semua tidak bisa berdiri sendiri. Sesorang bisa survive hanya dengan sistem yang sarang terangkai dengan baik. sistem respons terstruktur yang berhasil mengeksekusi "chain of survival." Itu termasuk menelepon bantuan, memberikan CPR efektif secara langsung, defibrilasi , memberikan dukungan hidup dasar dan lanjutan serta memberikan perawatan pasca-arrest, seperti pendinginan pasien untuk meminimalkan kerusakan otak termasuk juga keterisasi jika penyebab nya adalah penyumbatan pembuluh darah langsung.

3 rantai petama sebenarnya lebih banyak terkait perawatan sebelum rumah sakit atau pre-hospital care. Rumah sakit hanya bergerak di 2 rantai terakhir. Inilah masalah utama di Indonesia. tiga rantai awal belum optimal.

1. Belum ada sitem panggil bantuan secara nasional yang baik, atau bahkan di tempat kita sehari-hari saya yakin semua akan masih bingung harus menghubungi siapa saat ada henti jantung atau bahkan tidak tahu kejadian itu adalah henti jantung
2. Belum semua orang terlatih CPR, yang sudah dilatih pun mungkin belum efektif
3. Saya yakin tidak ada AED di tempat kita bekerja, sebenarnya ini dapat disediakan oleh ambulance yang datang, tapi tidak semua ambulance juga ada AED di dalamnya.

Akhirnya hanya dibawa saja ke RS setelah lebih dari 10 menit, ya di rumah sakit hanya dinyatakan sudah meninggal dunia sat tiba atau death on arrival dan serangan jantung lagi-lagi jadi kambing hitam.


“WE DO NOT TRAIN TO PASS EXAM / ACCREDITATION, WE TRAIN TO PREPARE WHEN YOU ARE THE ONLY THING BETWEEN PATIEN AND GRAVE”
First Medic